Peraturan dalam Olahraga Tinju

peraturan-olahraga-tinju

Peraturan dalam Olahraga Tinju

peraturan-olahraga-tinju
Peraturan dalam Olahraga Tinju sangat penting karena Tinju merupakan Salah satu olahraga yang cukup keras di dunia, sehingga kesalahan sekecil apapun bisa saja berakibat fatal bagi salah satu atlet.

Untuk meminimalisir cedera yang tidak di inginkan organisasi tinju dunia membuat beberapa peraturan yang harus di ikuti oleh setiap atlet tinju dunia baik ketika melakukan pertandingan maupun hanya sparring atau latihan.

Berikut ini adalah peraturan – peraturan dalam Olrahraga tinju.

1. Tidak Boleh Memukul Pada Bagian Belakang Kepala lawan.

ini adalah peraturan yang sangat di perhatikan dimana jika kepala bagian belakang terpukul maka akibatnya akan sangat fatal karena bagian tersebut merupakan tempat otak kecil terletak, akibatnya bisa sampai gegar otak atau sampai kematian.

2. Tidak Boleh memukul Organ Kelamin.

Alat kelamin merupakan organ yang sangat sensitif dan sangat rentan cedera oleh karena itu setiap petinju sangat dilarang memukul daerah ini karena memukul pada bagian ini dapat sampai berakibat kematian.

wasit biasanya akan menegur atlet yang melakukan pukulan pada organ ini apabila dilakukan secara tidak sengaja namun jika hal ini dilakukan secara sengaja akan berakibat dari pengurangan nilai sampai diskualifikasi.

3. Tidak diperbolehkan memukul lawan yang telah menyerah kalah.

Olahraga Tinju adalah olahraga yang beradrenalin tinggi dan dapat membuat emosi dari kedua pihak petinju tidak terkontrol dan tidak segan – segan memukul lawan nya sampai terkapar bahkan sampai wajah lawan penuh darah.

Akan tetapi apabila setelah salah satu atlet telah menyatakan menyerah dan atlet lainnya tetap saja tidak menghentikan pukulannya konsekuensi terberat adalah didiskualifikasi dari pertandingan.

4. Clinch ( Merangkul Lawan ) berulang kali.

Clinch adalah salah satu teknik yang banyak di pakai oleh seorang petinju baik itu agar petinju lain susah mendaratkan pukulannya sekaligus agar petinju tersebut dapat mengumpulkan staminyanya.

sebenarnya teknik ini sah – sah saja dilakukan akan tetapi apabila dilakukan secara berulang – ulang maka petinju tersebut akan mendapatkan pengurangan nilai dan apabila sudah melampaui batas maka konsekuensi terberat yang akan diterima adalah di diskualifikasi

Related posts